PEMBAHASAN Kenaikan harga BBM menjadi suatu alasan awal bagi kenaikan harga bahan pokok yang terjadi saat ini. Sebagai contoh di Kabupaten Situbondo Jawa Timur, harga telur sudah naik dari Rp.17.000 per kilogram menjadi Rp. 19.500,00 per kilogram. Harga beras yang semula Rp. 8.500,00 per kilogram menjadi Rp. 9.500,00 perkilogram.
HargaICP ini sangat fluktuatif dan harganya masih relatif tinggi,” tutur Taufikurachman, Rabu (3/8/2022). Khusus Provinsi Sumatera Utara harga Pertamax Turbo (RON 98) terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 18.250. Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 19.250, dan Dexlite (CN 51) menjadi 18.150 per liter, dikatakannya harga ini berlaku mulai 3
SENARAIHARGA UPAH PEMASANGAN TERMASUK COPPER PIPE, INSULATION, DRAIN PIPE DAN TESTING UNTUK PEMASANGAN BIASA (TIDAK LEBIH DARI 10 KAKI):-. NO JENIS AIRCOND HARGA (RM) 1 1.0 hp 230. 2 1.5 hp 270. 3 2.0 hp 330. 4 2.5 hp 380. 5 3.0 hp 490. 6 4.0 hp 580. 7 5.0 hp 700.
46Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol. 23 No.1, Maret 2018 kambing. Tiap jenis olahan susu kambing tersebut diuji tingkat kesukaan konsumen dan titik impas masing-masing, sehingga diketahui berapa harga per satuannya bila ingin diusahakan secara komersial. Parameter pengamatan meliputi, analisa proksimat untuk
SmvhKP7. CIMAHI – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Bappenda Kota Cimahi memastika kenaikkan tarif satuan meteran air tanah yang digunakan oleh industri maupun rumah tangga. Kenaikan tersebut disesuaikan dengan harga air tanah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Yunita R. Widiana mengatakan, saat ini harga pajak air bawah tanah di Kabupaten Bandung Barat KBB dan Kota Bandung sebesar Rp Sementara untuk di Kota Cimahi hanya Rp 500. Sehingga, akan disesuaikan dari Rp 500 permeter kubiknya menjadi Rp sampai Rp permeter kubik. “Perwalnya sudah ditandatangani, dan dalam waktu dekat siap diimplementasikan. Kami dari Bappenda sebetulnya hanya menarik pajak. Di Bandung Raya, tarif air tanah di Cimahi itu yang paling rendah, makanya perlu dinaikkan,” ungkapnya, saat ditemui kemarin 19/3. Menurut Yunita, Kendati sudah menaikkan tarif sebesar tiga sampai empat kali lipat, namun tarif air tanah di Cimahi tetap berada di bawah tarif air tanah kota dan kabupaten tetangga. “Untuk menaikkan tarif kan perlu konsultasi dulu, dan sudah disetujui Gubernur Jawa Barat. Untuk kenaikan sendiri baru sekarang, dan hanya naik tiga kali lipat atau empat kali lipat saja. Kalau tarifnya sama dengan Kota Bandung atau KBB takutnya banyak yang komplain,” kata Yunita. Dengan kenaikan tarif tersebut, Yunita berharap Pendapatan Asli Daerah PAD dari pajak air tanah bisa meningkat. Saat ini, dengan tarif air tanah masih Rp 500 permeterkubik, pemerintah menargetkan PAD sebesar Rp 3,5 miliar. “Sebetulnya jelas akan meningkatkan PAD. Waktu harga Rp 500, target PAD-nya Rp 3,5 miliar, dengan realisasi pajak keseluruhan sampai 102 persen, artinya sudah melampaui target,” jelasnya. Dari seluruh daerah di Kota Cimahi, pihaknya mendata ada 168 wajib pajak dengan 400 sumur. Pemilik sumur air tanah kebanyakan industri yang berada di kawasan Cimahi bagian selatan. Yunita menyebutkan jika klasifikasi air tanah adalah air dari sumur dengan kedalaman lebih dari 100 meter. Sedangkan rata-rata sumur yang dimiliki warga kedalamannya kurang dari 100 meter, sehingga diklasifikasikan sebagai air permukaan. “Pemiliknya didominasi pabrik. Satu pabrik ada yang punya 2 sampai 3 sumur. Memang harus diakui kalau masih banyak kecurangan, misalnya ada yang punya 5 sumur hanya mengaku 2 sumur. Sisanya kan jadi lost provit. Kalau kewenangan menindak dan mendata kan ada di SKPD lain, kalau Bappenda hanya memungut pajaknya saja,” pungkasnya. ziz/yan.
Kabupaten Tangerang merupakan wilayah perkembangan Jakarta. Secara umum, Kabupaten Tangerang tumbuh sebagai daerah sentra industri. Proyeksi ketersediaan dan kebutuhan air untuk industri perlu diketahui demi pengelolaan sumberdaya air dan kelanjutan kegiatan industri. Ketersediaan air dapat diketahui berdasarkan perhitungan banyaknya air permukaan dan air tanah. Besarnya kebutuhan air dapat diketahui dengan cara mengalikan volume produksi dengan standar kebutuhan air pada masing-masing industri dan juga standar kebutuhan air tiap tenaga kerja. Proyeksi ketersediaan airtanah dengan Metode CAT Cekungan Airtanah akan terjadi titik kritis dengan kebutuhan air industri pada tahun 2033, dimana ketersediaan airtanah sebesar 383,26 Juta m3 sedangkan kebutuhan air industri sebesar 280,32 Juta m3; proyeksi ketersediaan airtanah dengan Metode Penampang rata-rata hasil perhitungan tahun 2013 hanya 7,56 Juta m3 sedangkan kebutuhan air industri di tahun 2013 sebesar 115,53 Juta m3. Proyeksi ketersediaan air permukaan dan kebutuhan air industri, dapat dipastikan bahwa ketersediaan air permukaan sangat melimpah dimana pada tahun 2013 ketersediaan air permukaan sebesar Juta m3, sedangkan kebutuhan air industri hanya 115,53 Juta m3. Kata Kunci Proyeksi, ketersediaan, kebutuhan, air, airtanah, air permukaan. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 352 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 PROYEKSI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR INDUSTRI DI KABUPATEN TANGERANG Puji Pratiknyo Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 Condongcatur Yogyakarta 55285. e-mail puji_pratiknyoupn Abstrak Kabupaten Tangerang merupakan wilayah perkembangan Jakarta. Secara umum, Kabupaten Tangerang tumbuh sebagai daerah sentra industri. Proyeksi ketersediaan dan kebutuhan air untuk industri perlu diketahui demi pengelolaan sumberdaya air dan kelanjutan kegiatan industri. Ketersediaan air dapat diketahui berdasarkan perhitungan banyaknya air permukaan dan air tanah. Besarnya kebutuhan air dapat diketahui dengan cara mengalikan volume produksi dengan standar kebutuhan air pada masing-masing industri dan juga standar kebutuhan air tiap tenaga kerja. Proyeksi ketersediaan airtanah dengan Metode CAT Cekungan Airtanah akan terjadi titik kritis dengan kebutuhan air industri pada tahun 2033, dimana ketersediaan airtanah sebesar 383,26 Juta m3 sedangkan kebutuhan air industri sebesar 280,32 Juta m3; proyeksi ketersediaan airtanah dengan Metode Penampang rata-rata hasil perhitungan tahun 2013 hanya 7,56 Juta m3 sedangkan kebutuhan air industri di tahun 2013 sebesar 115,53 Juta m3. Proyeksi ketersediaan air permukaan dan kebutuhan air industri, dapat dipastikan bahwa ketersediaan air permukaan sangat melimpah dimana pada tahun 2013 ketersediaan air permukaan sebesar Juta m3, sedangkan kebutuhan air industri hanya 115,53 Juta m3. Kata Kunci Proyeksi, ketersediaan, kebutuhan, air, airtanah, air permukaan. PENDAHULUAN Air merupakan sumber energi yang utama dibutuhkan untuk kelangsungan makhluk hidup yang ada di bumi. Dari berbagai sektor kehidupan, industri merupakan salah satu sektor yang dikembangkan oleh manusia dalam upaya kelangsungan hidupnya. Kabupaten Tangerang adalah salah satu kabupaten yang merupakan kota industri. Sebuah kabupaten di Provinsi Banten yang beribukota di Tigaraksa. Ketersediaan dan kebutuhan air dan proyeksi ke depannya perlu diketahui untuk mendukung kelangsungan industri di kabupaten ini. METODOLOGI Analisis hidrogeologi adalah analisis yang digunakan untuk menghitung ketersediaan cadangan air tanah. Untuk membantu atau mempermudah pemecahan persoalan aliran air tanah, diperlukan adanya penyederhanaan yang berdasarkan atas anggapan dan persyaratan umum, yaitu di dalam cekungan air tanah yang ada di wilayah tersebut, akuifer dianggap meluas tak terhingga pada arah bidang datar, terletak pada suatu dasar mendatar yang kedap air serta mempunyai ketebalan yang seragam; akuifer dianggap homogen dan isotropis. Jumlah air tanah di suatu wilayah dapat ditentukan dengan cara/metode 1. Peta CAT Cekungan Airtanah. Harga debit airtanah dapat ditentukan dengan cara membandingkan antara luas wilayah daerah penelitian dan luas cekungan air tanah dikalikan dengan besarnya debit air tanah di cekungan air tanah dimana wilayah penelitian berada. Perhitungan besarnya debit air tanah, secara matematik dapat ditulis dengan rumus Q = L1 / L2 x Q1+Q2 ................................................................................................................................. 1 Dimana Q = Debit air tanah di wilayah daerah penelitian L1 = Luas wilayah daerah penelitian. L2 = Luas wilayah cekungan air tanah dimana wilayah penelitian berada. Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 353 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Q1 = Debit aliran air tanah akuifer bebas yang ada di wilayah cekungan air tanah. Q2 = Debit aliran airtanah akuifer tertekan 2. Peta Hidrogeologi. Cara/metode ini menggunakan Peta Hidrogeologi dan menerapkan Hukum Darcy. Debit aliran airtanah ditentukan dengan menggunakan Peta Hidrogeologi dan Rumus Darcy. Rumus Darcy adalah Q = K . i . A ......................................................................................................................................................... 2 Dimana Q = Debit air tanah di wilayah daerah penelitian. K = Konduktivitas hidrolik kelulusan i = Gradien hidrolika landaian hidrolika A = Luas penampang hidrogeologi yang dibuat tegak lurus arah aliran air tanah. Harga konduktifitas hidrolik diambil dari referensi. Karena harga konduktivitas hidrolik batuan umumnya berupa kisaran, sehingga diambil yang terkecil dan yang terbesar, maka debit air tanah yang dihasilkan akan ada 3, yaitu debit maksimal, minimal, dan rata-rata. Harga gradien hidrolika didapatkan dengan cara membuat garis penampang yang melewati ketinggian muka airtanah. Dengan mengetahui beda tinggi muka airtanah dh dan panjang garis penampang dl, maka dapat ditentukan harga gradien hidrolika i = dh/dl. Ketersediaan air permukaan dapat dihitung dengan menggunakan analisis hidrologi, yaitu dengan perhitungan debit ketersediaan dan perhitungan debit andalan dari Sungai yang mengalir. Dalam melakukan analisis kebutuhan air industri, diperlukan suatu standar kebutuhan air pada masing-masing kelompok industri. Perhitungan kebutuhan air di Kabupaten Tangerang dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu 1 untuk tujuh sektor industri dilakukan dengan mengalikan volume produksi dengan standar kebutuhan air pada masing-masing kelompok industri; dan 2 untuk kelompok industri lainnya, dengan menggunakan standar kebutuhan air oleh tiap tenaga kerja perhari. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara geografis sebagian besar wilayah Kabupaten Tangerang merupakan dataran rendah dengan luas wilayah 959,60 km2. Kondisi potensi fisik dasar Kabupaten Tangerang diperlihatkan pada Tabel 1. Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 354 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Tabel 1 Potensi Fisik Dasar Kabupaten Tangerang Sumber Kab. Tangerang Dalam Angka 2013 Di bagian timur Provinsi Banten 106020’ – 106043’ bujur timur 6000’ – 6020’ lintang selatan Provinsi Jakarta dan Kota Tangerang Kabupaten Serang dan Lebak Rata-rata 0-3% menurun ke utara 0-85 meter di atas permukaan laut dpl Daerah pesisir pantai sepanjang + 50 km Topografi relatif datar, tdd Teluknaga, Mauk, Kemiri, Sukadiri, Kresek, Kronjo, Pakuhaji dan Sepatan Dari bagian tengah ke arah selatan Pembagian wilayah Kabupaten Tangerang beserta potensi produk unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah diilustrasikan pada Gambar 1. Gambar 1 Peta Potensi Produk Unggulan Kabupaten Tangerang Sumber Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 355 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 1. Volume Produksi Tujuh Sektor Industri Kab. Tangerang Tujuh sektor industri di Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan volume produksi dari tahun ke tahun. Dalam kurun waktu tahun 2008 hingga 2013, rata-rata pertumbuhan volume produksi mencapai 21,15 %. Pertumbuhan terbesar terjadi pada tahun 2010, sebesar 38,37 %; sedangkan pertumbuhan terkecil terjadi pada tahun 2013, sebesar 9,38 %. Volume produksi tujuh sektor industri di Kabupaten Tangerang, 2008-2013 dapat dilihat di Tabel 2. 2. Proyeksi Volume Produksi Tujuh Sektor Industri Kab. Tangerang Berdasarkan data-data volume produksi pada masing-masing kelompok industri di Kabupaten Tangerang pada tahun-tahun sebelumnya, dibuat proyeksi volume produksinya untuk 10 tahun ke depan. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, diperoleh proyeksi volume produksi tujuh sektor industri di Kabupaten Tangerang, lihat Tabel 3. Tabel 2 Volume produksi tujuh sektor industri di Kabupaten Tangerang, 2008-2013 Sumber Diolah dari Data Statistik Industri, BPS, berbagai tahun Industri Makanan dan Minuman Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki Industri Kertas dan Barang dari Kertas Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional Industri Karet, Barang Karet dan Plastik 3. Ketersediaan Air Di Kabupaten Tangerang Ketersediaan Airtanah Luas wilayah Kabupaten Tangerang berdasarkan Kabupaten Tangerang dalam Angka tahun 2012 sebesar 959,6 km2, atau sama dengan m2. Wilayah Kabupaten Tangerang memiliki dua wilayah Cekungan Air Tanah yaitu CAT Serang-Tangerang dan CAT Jakarta Gambar 2. Untuk luas wilayah Kabupaten Tangerang di masing-masing wilayah CAT tersebut antara lain 900,98 km2 untuk wilayah CAT Serang-Tangerang dan 58,62 km2 untuk wilayah CAT Jakarta. Berdasarkan Peta CAT Serang-Tangerang dengan luas km2 atau sama dengan m2 dengan harga Q1 debit aliran airtanah akuifer bebas = juta m3/tahun dan Q2 debit aliran airtanah akuifer tertekan = 18 juta m3/tahun. Dengan menggunakan perhitungan cadangan airtanah, didapatkan harga debit aliran air tanah di Kabupaten Tangerang untuk CAT Serang-Tangerang sebesar 348,96 juta m3/tahun. Sedangkan untuk wilayah CAT Jakarta, memiliki luas km2 atau sama dengan m2 dengan harga Q1 debit aliran air tanah akuifer bebas = 802 juta m3/tahun dan Q2 debit aliran airtanah akuifer tertekan = 40 juta m3/tahun. Dengan menggunakan perhitungan cadangan airtanah, didapatkan harga debit aliran airtanah di Kabupaten Tangerang untuk CAT Jakarta sebesar 34,30 juta m3/tahun. Berdasarkan kedua perhitungan diatas, diketahui bahwa debit aliran airtanah di Kabupaten Tangerang sebesar 383,26 Juta m3/tahun lihat Tabel 4. Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 356 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Tabel 4 Data Cekungan Air Tanah di Kabupaten Tangerang - Kab. Tangerang I - Luas 900,98 km2 - CAT Serang-Tangerang - Luas km2 - Q1 = Juta m3/th - Q2 = 18 Juta m3/th - Kab Tangerang II - Luas 58,62 km2 - CAT Jakarta - Luas km2 - Q1 = 802 Juta m3/th - Q2 = 40 Juta m3/th Dari hasil perhitungan berdasarkan Peta Hidrogeologi Gambar 3, di Kabupaten Tangerang didapatkan harga debit airtanah rata-rata, Q = m3/tahun. Ketersediaan Air Permukaan Ketersediaan air permukaan Kabupaten Tangerang dapat dihitung dengan menggunakan analisis hidrologi, yaitu dengan perhitungan debit ketersediaan dan perhitungan debit andalan dari Sungai yang mengalir, yaitu Sungai Cisadane. Berdasarkan hasil pengukuran debit di Sungai Cisadane, diperoleh data tertulis ada Tabel 5. Gambar 2 Cekungan Air Tanah Wilayah Kab. Tangerang Sumber Badan Geologi, Dept ESDM Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 357 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Tabel 3 Proyeksi Volume Produksi Tujuh Sektor Industri 2014-2023 Ton Sumber Data BPS diolah Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 358 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Gambar 3 Peta Hidrogeologi Kab. Tangerang skala 1 Sumber Direktorat Sumberdaya Air PU dan Iwaco, 1991 Tabel 5 Data Hasil Pengukuran Debit di Sungai Cisadane m3/dt Sumber Puslitbang Air-Bandung Perhitungan Debit Andalan Perhitungan debit andalan merupakan hasil analisis dengan perhitungan curah hujan. Dalam kajian ini ada dua wilayah kajian yaitu wilayah Cikupa dan Curug. Pemilihan wilayah tersebut dikarenakan di wilayah tersebut memilki kepadatan industri dibandingkan di wilayah lain di Kabupaten Tangerang. Dari perhitungan debit andalan di dua lokasi kajian tersebut diatas, dapat diketahui bahwa ketersediaan air permukaan Kota Tangerang berdasarkan debit andalan sebesar 330,.438 Juta m3/th. Proyeksi Ketersediaan Air Permukaan Untuk menghitung proyeksi debit air permukaan digunakan perhitungan curah hujan dari 3 pos stasiun terdekat. Untuk Kabupaten Tangerang perhitungan curah hujan dilakukan di stasiun Ranca Bungur, Pasar Baru dan Cengkareng. Dari data curah hujan yang diperoleh terakhir disempurnakan sehingga data curah hujan yang akan diolah seperti pada Tabel 6. Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 359 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Tabel 6. Data Curah Hujan mm. Berdasarkan perhitungan debit rencana periode ulang di peroleh ketersediaan air Kabupaten Tangerang untuk 5 tahun kedepan sebesar 35,21 Milyar m3/tahun, sedangkan untuk 10 tahun dan 25 tahun kedepan sebesar 46,73 Milyar m3/tahun dan 57,34 Milyar m3/tahun. Untuk 50 tahun kedepan debit rencana periode ulang sebesar 75,01 Milyar m3/tahun. Untuk lebih jelas dapat melihat tabel 7. Tabel 7 Ketersediaan Air Permukaan Untuk Proyeksi 5, 10, 25 dan 50 Tahunan Debit Rencana Periode Ulang Juta m3/th 4. Kebutuhan Air Sektor Industri Kabupaten Tangerang Hasil perhitungan kebutuhan air untuk industri di Kabupaten Tangerang pada periode tahun 2008 hingga tahun 2013, dapat dilihat pada tabel 8. 5. Proyeksi Kebutuhan Air Sektor Industri Di Kab. Tangerang Proyeksi kebutuhan atau kebutuhan air untuk sektor industri di Kabupaten Tangerang, mengacu pada data historis produksi pada beberapa tahun ke belakang. Dari hasil perhitungan, diketahui proyeksi kebutuhan air untuk tahun 2014 hingga 2023 dapat dilihat pada Tabel 9 dan Gambar 4. Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 360 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Tabel 8 Perhitungan kebutuhan air untuk industri di Tangerang Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 361 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Tabel 9 Proyeksi Kebutuhan Air Industri Kab Tangerang 2014-2023 m3 Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 362 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Gambar 4 Proyeksi Kebutuhan Air Industri Kab. Tangerang 2014-2023 6. Proyeksi Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Ketersediaan Air Tanah dan Kebutuhan Air Industri Kab. Tangerang Ketersediaan air tanah dengan metode CAT akan terjadi titik kritis dengan kebutuhan air industri pada tahun 2033 dimana ketersediaan air tanah sebesar 383,26 Juta m3 sedangkan kebutuhan air industri sebesar 280,32 Juta m3. Untuk ketersediaan air tanah dengan metode penampang rata-rata hasil perhitungan tahun 2013 hanya 7,56 Juta m3 sedangkan kebutuhan air industri di tahun 2013 sebesar 115,53 Juta m3. Lihat Gambar 5 Proyeksi Ketersediaan Air Tanah dan Kebutuhan Air Industri Kab. Tangerang. Gambar 5 Proyeksi Ketersediaan Air Tanah dan Kebutuhan Air Industri Kab. Tangerang Ketersediaan Air Permukaan dan Kebutuhan Air Industri Kab. Tangerang Apabila dibandingkan antara ketersediaan air permukaan dan kebutuhan air industri, maka dapat dipastikan bahwa ketersediaan air sangat melimpah dimana pada tahun 2013 ketersediaan air permukaan sebesar Juta m3. Sedangkan kebutuhan air industri hanya 115,53 Juta m3. Lihat Gambar 6 Proyeksi Ketersediaan Air Permukaan dan Kebutuhan Air Industri Kab. Tangerang. Subtema Tata Kelola Lingkungan Kebumian 363 Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 – 4 November 2016 Fakultas Teknologi Mineral, UPN ”Veteran” Yogyakarta NO. ISBN 978-602-19765-3-1 NO. ISBN 978-602-19765-3-1 Gambar 6 Proyeksi Ketersediaan Air Permukaan dan Kebutuhan Air Industri Kab. Tangerang KESIMPULAN 1 Ketersediaan air tanah sangat terbatas sedangkan ketersediaan air permukaan meilmpah. 2 Ketersediaan airtanah untuk industri akan mengalami kritis pada Tahun 2033. 3 Ketersediaan air permukaan masih melimpah hingga Tahun 2040. DAFTAR PUSTAKA A Sukrisna, Edi Murtianto, Sjaiful Ruchijat, dan Hendri Setiadi, 2008, Peta Cekungan Air Tanah, Provinsi Jawa Barat Dan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Sekala 1 Pusat Lingkungan Geologi, Badan Geologi, Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, Bandung. Fetter, JR, 1994, Applied Hydrogeology, Charles E. Merril Publishing Company, A Bell & Howell Company, Colombus Toronto London Sydney. Todd, David Keith, 1980, Groundwater Hydrology, second edition, University of California, New York, USA. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, 2013, Tapak Air Dan Strategi Penyediaan Air di Indonesia, Jakarta. ... The textile industry is one of the fastest-growing sectors in Indonesia, and according to data from the Indonesian Ministry of Industry, it grew by in 2019 [1]. The number of textile industry activities is directly proportional to the amount of wastewater generated. ...... Then, the optimum heating time was found, with time variations of 20-100 min using the same method. Finally, the total polyphenol content was calculated using Equation 1. ...The danger from the content of dyes produced by textile-industry waste can cause environmental degradation when not appropriately treated. However, existing waste-treatment methods have not been effective in degrading dyes in textile waste. Zero-valent iron ZVI, which has been widely used for wastewater treatment, needs to be developed to acquire effective green production. Tea Camellia sinensis leaves contain many polyphenolic compounds used as natural reducing agents. Therefore, this study aims to synthesize ZVI using biological reducing agents from tea-leaf extract and apply the Fenton method to degrade the color mixture of rhodamine B and methyl orange. The results show that the highest polyphenols were obtained from tea extract by heating to 90 °C for 80 min. Furthermore, PSA results show that ZVI had a homogeneous size of iron and tea extract at a volume ratio of 13. The SEM-EDS results show that all samples had agglomerated particles. The ZVI 11 showed the best results, with a 100% decrease in the color intensity of the dye mixture for 60 min of reaction and a degradation percentage of 100% and for rhodamine B and methyl orange from LC-MS analysis, respectively. Finally, the decrease in COD value by ZVI was higher than the decrease obtained using FeII.Lihat Gambar 6 Proyeksi Ketersediaan Air Permukaan dan Kebutuhan Air Industri Kab. TangerangLihat Gambar 6 Proyeksi Ketersediaan Air Permukaan dan Kebutuhan Air Industri Kab. Tangerang. Seminar Nasional Kebumian XI, Yogyakarta, 3 -4 November 2016A SukrisnaEdi MurtiantoSjaiful RuchijatHendri DanSetiadiA Sukrisna, Edi Murtianto, Sjaiful Ruchijat, dan Hendri Setiadi, 2008, Peta Cekungan Air Tanah, Provinsi Jawa Barat Dan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Sekala 1 Pusat Lingkungan Geologi, Badan Geologi, Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral, Bandung.
Filter Air Industri,- Penjernih air untuk industri digunakan sebagai metode pemurnian air supaya air dapat mencapai kadar/ kandungan tertentu untuk tujuan proses industri. Industri textile, industri pangan ternak, logam di Sumatera,Jawa,Kalimantan,Sulawesi,Bali,NTB,NTT,Ambon,Maluku sampai Papua harus membutuhkan air dalam Filter Air Industri No 1 di Paser hasil air yang diperoleh dalam air resapan biasanya mangan, ferro/ besi,magnesium,kapur yang banyak sehingga memerlukan alat penyaring air biar dapat digunakan untuk sistem di industri. pemfilteran dapat dimaksimalkan dengan media alat penyaring air atau water treatment. meida filter air industri berukuran luas karena kebutuhan atas debit air yang tinggi dengan hasil yang maximal. alat penejernih air untuk keperluan industri memakai tabung yang besar dan kuat terhadap water pressure/ tahan terhadap arus air dari pompa. Dengan luas penampang bodi tabung yang lebih besar dibandingkan tabung filter air industri rumah akan diperoleh volum atau isi media filter air yang lebih banyak sehingga proses pemfilteran menjadi lebih bagus, kadar besi akan terfilter lebih maximal, dan air yang diperoleh lebih berkualitas. Harga Filter Air Industri No 1 di Paser Begitu pula dengan handle di tabung berfungsi pengelola keluar masuknya air dalam tabung, handle nya lebih besar dan berbahan stainlesslebih berkualitas, tentunya juga mempunyai harga dia atas tabung filter sederhana. Isi media filter air pada tabung ini tergantung dari keinginan akan sistem industri sehingga dapat dibuatkan sesuai dengan keperluan industri tersebut alat penyaring air KRANWATER Type KIM adalah alat penyaring air dengan skala industri yang dibentuk untuk kebutuhan air yang besar mulai dari 2m3/jam sampai dengan 40m3/jam. alat penejernih air KRANWATER kapasitas Industri dapat di aplikasikan di gedung bertingkat, hotel, rumah makan, pabrik, kantor,peternakan, tambang dan berbagai perusahaan yang membutuhkan air bersih dengan hasil yang banyak. Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi Marketing Di 0812-9010-1215 atau 0856947-77190 WA
harga air per liter untuk industri